E-commerce atau bisa disebut Perdagangan elektronik atau e-dagang adalah
penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui
sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan
komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik,
pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan
sistem pengumpulan data otomatis.
Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-dagang ini sebagai
aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan
transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM
(supply chain management), e-pemasaran (e-marketing), atau pemasaran
online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online
transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data
interchange /EDI), dll.
E-dagang atau e-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana
cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi
mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan
pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-dagang juga memerlukan
teknologi basisdata atau pangkalan data (databases), e-surat atau surat
elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti
halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang
ini.
E-commerce pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 pada saat pertama
kali banner-elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di
suatu halaman-web (website). Menurut Riset Forrester, perdagangan
elektronik menghasilkan penjualan seharga AS$12,2 milyar pada 2003.
Menurut laporan yang lain pada bulan oktober 2006 yang lalu, pendapatan
ritel online yang bersifat non-travel di Amerika Serikat diramalkan akan
mencapai seperempat trilyun dolar US pada tahun 2011.
Dalam banyak kasus, sebuah perusahaan e-commerce bisa bertahan tidak
hanya mengandalkan kekuatan produk saja, tapi dengan adanya tim
manajemen yang handal, pengiriman yang tepat waktu, pelayanan yang
bagus, struktur organisasi bisnis yang baik, jaringan infrastruktur dan
keamanan, desain situs web yang bagus, beberapa faktor yang termasuk:
1. Menyediakan harga kompetitif
2. Menyediakan jasa pembelian yang tanggap, cepat, dan ramah.
3. Menyediakan informasi barang dan jasa yang lengkap dan jelas.
4. Menyediakan banyak bonus seperti kupon, penawaran istimewa, dan diskon.
5. Memberikan perhatian khusus seperti usulan pembelian.
6. Menyediakan rasa komunitas untuk berdiskusi, masukan dari pelanggan, dan lain-lain.
7. Mempermudah kegiatan perdagangan
Beberapa aplikasi umum yang berhubungan dengan e-commerce adalah:
* E-mail dan Messaging
* Content Management Systems
* Dokumen, spreadsheet, database
* Akunting dan sistem keuangan
* Informasi pengiriman dan pemesanan
* Pelaporan informasi dari klien dan enterprise
* Sistem pembayaran domestik dan internasional
* Newsgroup
* On-line Shopping
* Conferencing
* Online Banking
Perusahaan yang terkenal dalam bidang ini antara lain: eBay, Yahoo,
Amazon.com, Google, dan Paypal. Untuk di Indonesia, bisa dilihat
tradeworld.com, bhineka.com, fastncheap.com, dll.
MODEL E-COMMERCE
Model-model yang berkembang mengenai e-commerce, yang dengan demikian
berlaku juga untuk eprocurement. E-procurement adalah salah satu
pengembangan e-commerce yang mulai berkembang pada akhir abad-20 ini dan
tidak diragukan lagi akan terus berkembang dengan pesat pada permulaan
abad-21 ini. E-Procurement is a fully automated internet-based, self
service application that streamlines the transactions between buyers and
suppliers, and provides key information for strategic analysis.
Ada 4 model pokok yang berkembang dalam revolusi internet ini yang juga dinamakan the New Economy, yaitu :
1. Business-to-Business (B2B)
Adalah model perusahaan yang menjual barang atau jasa pada perusahaan
lain. Ini diperkirakan sedang berkembang dengan cepat dari segi volume
dan nilai perdagangan, jauh melebihi model - model yang lain.
2. Business-to-Cunsumer (B2C)
Ini adalah model perusahaan yang menjual barang atau jasa pada pasar atau publik.
Contoh misalnya Amazon.com Inc. (www.amazon.com) yang menjual buku, yang
mempunyai koleksi tidak kurang dari 4,5 juta judul buku.
3. Consumer-to-Consumer (C2C)
Ini adalah model perorangan yang menjual barang atau jasa kepada perorangan juga.
Contoh adalah eBay Inc (www.ebay.com), suatu perusahaan yang
menyelenggarakan lelang melalui internet. Melalui perusahaan ini,
perorangan dapat menjual atau membeli dari perorangan lain melalui
internet.
4. Consumer-to-Business (C2B)
Ini adalah model perorangan yang menjual barang atau jasa kepada perusahaan.
Contoh ialah Priceline (www.priceline.com), dimana konsumen menawarkan
harga tertentu dimana ia menginginkan membeli berbagai barang dan jasa,
termasuk tiket pesawat terbang dan hotel.
Dalam perkembangannya, perlu dibedakan antara B2B E-Commerce dan B2B
Exchange. Keduanya memang menggunakan teknologi internet, namun
mempunyai cara dan pasar yang berbeda, seperti dijelaskan di bawah ini.
1. B2B E-Commerce.
Bentuk ini menawarkan penjualan atau pembelian dalam bentuk maya tetapi
oleh satu perusahaan pada perusahaan lain saja. Jadi tidak terbuka untuk
banyak perusahaan agar dapat ikut.
2. B2B Exchange.
Sedangkan bentuk ini ialah padanan dari stock exchange misalnya, dimana
transaksi terbuka untuk semua perusahaan yang mau melakukannya. Jadi B2B
Exchange adalah suatu jaringan dimana banyak pembeli dan banyak penjual
dapat bertemu di ruang perdagangan maya.
Mengenai cara pembayaran, sesuai dengan cara transaksinya sendiri, juga
secara maya (virtual), apakah dalam bentuk L/C, money transfer, credit
card, P-Cards atau instrumen lain.
Pengertian E-Business
Begitu banyak definisi tentang e-business yang terdapat dalam literatur dan internet. Berikut ini
adalah beberapa di antaranya:
a. E-business adalah praktek pelaksanaan dan pengelolaan proses bisnis utama seperti
perancangan produk, pengelolaan pasokan bahan baku, manufaktur, penjualan, pemenuhan
pesanan, dan penyediaan servis melalui penggunaan teknologi komunikasi, komputer, dan
data yang telah terkomputerisasi. (Steven Alter. Information System: Foundation of E-Business.
b. E-business meliputi semua hal yang harus dilakukan menggunakan teknologi informasi dan
komunikasi (ICT) untuk melakukan kegiatan bisnis antar organisasi maupun dari organisasi
ke konsumen. (Sid L. Huff, dkk. 2000. Cases in Electronic Commerce. McGraw-Hill)
c. Penggunaan internet dan teknologi digital lainnya untuk komunikasi, koordinasi, dan
manajemen organisasi. (Kenneth C. Laudon dan Jane P. Laudon. 2001.
Esssentials of Management Information Systems: Organization and
Technology in Networked Enterprise. Prentice Hall)
d. E-business adalah mengenai penggunaan teknologi internet untuk melakukan transformasi
proses bisnis yang dilakukan. Bentuk e-business yang paling mudah terlihat adalah
pembelian barang secara online baik retail maupun grosir. (Samantha
Shurety.1999. E-businesswith Net.Commerce. Prentice Hall)
e. Definisi e-business menurut IBM adalah sebuah pendekatan yang aman, fleksibel, dan
terintegrasi untuk memberikan nilai bisnis yang berbeda dengan mengkombinasikan sistem
dan proses yang menjalankan operasi bisnis utama dengan pemanfaatan teknologi internet.
(Christoper Stoole. 2000. E-business – Just What is It? http://ebusiness.about.com/industry)
f. Menghubungkan sistem teknologi informasi tradisional dengan internet akan menjadi
sebuah e-business. (Daniel Amor. 2000. The E-business Revolution. Prentice Hall)
g. E-business adalah mengelola bisnis di internet yang terkait dengan pembelian, penjualan,
pelayanan terhadap konsumen, dan kolaborasi antar rekan bisnis. Istilah e-business pertama
kali digunakan salah satunya oleh IBM pada tahun 1997. (SearchCIO.com)
h. Perusahaan di internet; Penggunaan internet untuk pengelolaan bisnis misalnya untuk
menghubungkan dengan konsumen, supplier, pekerja, dan rekan bisnis.; Perusahaan yang
menggunakan teknologi internet. (MSN Encarta)
i. Definisi e-business secara sederhana adalah penggunaan internet untuk berhubungan
dengan konsumen, rekan bisnis, dan supplier. Penggunaan internet menyebabkan proses
bisnis menjadi lebih efisien. Dalam penggunaan e-business, perusahaan perlu untuk
membuka data pada sistem informasi mereka agar perusahaan dapat berbagi informasi
dengan konsumen, rekan bisnis, dan supplier dan dapat bertransaksi secara elektronik
dengan mereka memanfaatkan internet.Beda e-business dengan e-commerce
adalah ecommercehanya berupa transaksi secara elektronik di internet
sedangkan e-business
termasuk juga pertukaran informasi secara online misalnya sebuah perusahaan manufaktur
membagi informasi persediaan bahan baku ke supplier, sebuah lembaga keuangan membagi
informasi tentang perbankan, credit card, dll dengan konsumen mereka, dan sebagainya.
(Executive Guides: Business To Customer www.netessence.com.cy)
j. E-bisnis adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan bisnis yang dijalankan pada
internet, atau penggunaaan teknologi internet untuk meningkatkan produktivitas dan
keutungan dari suatu bisnis. (http://www.wisegeek.com/what-is-ebusiness.htm)
Berdasarkan beberapa definisi e-bisnis yang dikemukakan di atas, kita dapat
menggabungkannya ke dalam suatu definisi e-business yang utuh dengan melihat kesamaan dari
setiap definisi tersebut dan menggabungkannya. Kesamaan tersebut dapat kita lihat dari
beberapa sudut pandang, yaitu pelaku e-business, alat atau media atau sumber daya yang
digunakan, objek atau kegiatan yang menjadi sasaran, tujuannya, dan keuntungan yang
diberikan. Hasilnya sebagai berikut:
• Pelaku E-Business
‐ Organisasi, konsumen, perusahaan, supllier, pekerja, rekan bisnis
• Alat/Media/Sumber Daya yang Digunakan
‐ Teknologi informasi dan komunikasi
‐ Komputer, data yang telah terkomputerisasi
‐ internet
• Kegiatan Sasaran
‐ Kegiatan bisnis
‐ Proses bisnis utama
‐ Pembelian, penjualan,pelayanan, transaksi
‐ Operasi bisnis utama
• Tujuan
‐ Koordinasi, Komunikasi, dan Pengelolaan organisasi
‐ Transformasi proses bisnis
‐ Sharing informasi
• Keuntungan
- Pendekatan yang aman, fleksibel, dan terintegrasi
- Memberikan nilai bisnis yang berbeda
- Efisien
- Peningkatan produktivitas dan keutungan
Dengan demikian, maka akan dengan mudah mendefinisikan e-bisnis dalam satu arti utuh, yaitu:
E-bisnis adalah penggunaan teknologi informasi dan komunikasi oleh organisasi, individu,
atau pihak-pihak terkait untuk menjalankan dan mengelola proses bisnis utama sehingga
dapat memberikan keuntungan—dapat berupa berupa keamanan, fleksibilitas, integrasi,
optimasi, efisiensi, atau/dan peningkatan produktivitas dan profit.
Contoh: Harian Kompas yang juga memiliki e-bisnis Kompas Online. Kompas menjalankan
proses bisnis utamanya berupa penyediaan berita dan distribusinya, tidak lagi hanya melalui
media cetak saja tetapi juga melalui internet. Keutungan yang dapat diberikan Kompas online
dapat diakses oleh seluruh penduduk di Indonesia (bahkan dunia), up to date, memangkas
biaya kertas, dapat diakses 24 jam, dll.
- Evolususi e-business di Perusahaan
1. Brochurware
Pada tahap ini internet digunakan sebagai sarana untuk mengembangkan brosur
elektronik.
2. Customer Interactivity
tahapdimana perusahaan mulai mengembangkan kemampuan aplikasi situsnya untuk
memungkinkan komunikasi 2 arah (dialog).contoh:chatting, teleconference
3.Transaction Enabler
Pada tahap ini adalah pengembangan suatu aplikasi yang memungkinkan terjadinya
transaksi bisnis secara electronik.
a. Mekanisme pembelian oleh konsumen.
b. Mekanisme perusahaan dengan rekanan bisninsya.
4. One-to-one Relationship
Terbentuknya mekanisme yang memungkinkan terjadinya transaksi perdaganan
antarindividu
- Transisi dan siklus Pengembangan e-Commerce di Perusahaan
1. Sistem e-Commerce melibatkan arsitektur perangkat lunak dan perangkat keras
yang akan terus berkembang sejalan dengan kemajuan teknologi.
2. Mengembangkan sistem EC secara perlahan dan bertahap secara tidak langsung
akan menurunkan tingginya risiko kegagalan implementasi yang dihadapi
perusahaan.
1. Belum ada
standar kualitas, keamanan dan reliability yang diterima secara
universal.
2. Bandwitdh
terbatas
3. Tools
pengembangan software masih berevolusi
4. Ada
kesulitan dalam mengintegrasikan Internet dan EC Softwre dengan aplikasi dan
database yang ada saat
ini.
5. Butuh web
server khusus untuk setiap penambahan jaringan (biaya bertambah)
6. Akses
Internet masih mahal/ kurang nyaman.
1. Field of Dreams” Syndrom
Keyakinan para pendiri dan pengelola situs bahwa jika sebuah model bisnis
e-commerce tertentu diperkenalkan, maka pelanggan akan datang sendirinya karena
daya tarik produk itu sendiri atau pun servis yang ditawarkan.
2. Inadequate Architecture
Tidak adanya fasilitas atau spesifikasi arsitekture teknologi informasi yang
memadai.
3. Putting Lipstick on a Bulldog
Mengunggulkan sistem front office (SFO) dan mengabaikan sistem back office
(SBO).
4. Islands of Webification
Melupakan konsep pengembangan sistem yang berbasis obyek.
5.“Me too” Strategis
Perusahaan ikut-ikutan terjun dalam dunia e-commerce tanpa mengetahui
dasar-dasar pemikiran dan filosofi yang melatarbelakanginya.
6. One-Time-Effort-Mentality
Penyakit turunan yaitu kepuasan yang timbul setelah situsnya berhasil
diluncurkan ke internet.
7. Thinking Small
Pola pikir yang sempit.
- Jika diklasifikasikan, sistem e-commerce terbagi menjadi tiga tipe aplikasi, yaitu:
a) Electronic Markets (EMs).
EMs adalah sebuah sarana yang menggunakan teknologi informasi dan
komunikasi untuk melakukan atau menyajikan penawaran dalam sebuah segmen
pasar, sehingga pembeli dapat membandingkan berbagai macam harga yang
ditawarkan.
Keuntungan fasilitas EMs bagi pelanggan adalah terlihat lebih nyata
dan efisien dalam hal waktu. Sedangkan bagi penjual, ia dapat
mendistribusikan informasi mengenai produk dan service yang ditawarkan
dengan lebih cepat sehingga dapat menarik pelanggan lebih banyak.
b) Electronic Data Interchange (EDI).
EDI adalah sarana untuk mengefisienkan pertukaran data
transaksi-transaksi reguler yang berulang dalam jumlah besar antara
organisasi-organisasi komersial. EDI biasanya digunakan oleh kelompok
retail yang besar ketika melakukan bisnis dagang dengan para supplier
mereka.
Keuntungan dalam menggunakan EDI adalah waktu pemesanan yang singkat,
mengurangi biaya, mengurangi kesalahan, memperoleh respon yang cepat,
pengiriman faktur yang cepat dan akurat serta pembayaran dapat dilakukan
secara elektronik.
c) Internet Commerce.
Internet commerce adalah penggunaan internet yang berbasis teknologi
informasi dan komunikasi untuk perdagangan. Kegiatan komersial ini seperti iklan dalam penjualan produk dan jasa.
Transaksi yang dapat dilakukan di internet antara lain pemesanan atau
pembelian barang dimana barang akan dikirim melalui pos atau sarana
lain setelah uang ditransfer ke rekening penjual.
CMS (Content Management System)
Content Management System adalah suatu sistem yang
digunakan untuk mengelola dan memfasilitasi proses pembuatan,
pembaharuan, dan publikasi content secara bersama (collaborative content
management). Content mengacu pada informasi dalam bentuk teks, grafik,
gambar maupun dalam format-format lain yang perlu dikelola dengan tujuan
memudahkan proses pembuatan, pembaharuan, distribusi, pencarian,
analisis, dan meningkatkan fleksibilitas untuk ditransformasikan ke
dalam bentuk lain.
Terminologi CMS sendiri cukup luas, di antaranya mencakup software
aplikasi, database, arsip, workflow, dan alat bantu lainnya yang dapat
dikelola sebagai bagian dari mekanisme jaringan informasi suatu
perusahaan maupun global. CMS (Content Management System) terbukti
merupakan sebuah aset penting bagi perusahaan untuk mengelola content
situs website dan portal secara efisien dan efektif. Saat ini, berbagai
perusahaan mengkombinasikan content tak berstruktur dengan transaksi
tradisional dan application logic untuk membangun aplikasi berbasis
Website.
- Contoh Artikel Perbandingan CMS untuk E-Commerce
Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi saat ini telah
dimanfaatkan untuk kepentingan di segala sektor, tak terkecuali di
sektor perdagangan. Salah satu sektor tersebut adalah Usaha Kecil dan
Menengah (UKM). Pemanfaatan teknologi tersebut, dimaksudkan untuk
mengatasi permasalahan yang ada. Teknologi yang bisa dipakai adalah
aplikasi e-commerce (electronic commerce) yang telah berkembang sejak
diawali dengan EDI (Electronic Data Interchange). Dalam Artikel ini
diuraikan mengenai sektor Usaha Kecil dan Menengah, korelasi penggunaan
teknologi e-commerce dengan masalah UKM, proses penerapan e-commerce
dalam UKM, keamanan dalam penggunaan teknologi, tujuan akhir penggunaan
teknologi e-commerce. Teknologi e-commerce digunakan karena pembangunan
sebuah aplikasi ini relative tidak sulit karena disediakan juga CMS
(content management system) atau membangun sendiri aplikasi sesuai
dengan keinginan dan tetap menerapkan standard konsep sebuah e-commerce
serta sebagai gambaran kecil penerapan sebuah teknologi informasi.
Isi Sistem Manajemen, atau CMS, adalah suatu alat yang strategis yang
memungkinkan organisasi untuk bersaing atau membawa bisnisnya secara
online. CMS menghasilkan suatu penghematan dan menyediakan cara yang
ekonomis dan aman untuk memberikan isi dan ide untuk isi dengan cara
mebgurangi biaya untuk membuat dan mengkontribusi isi, sekaligus
memastikan akurasi isi dengan dengan persetujuan dan proses arus kerja.
Dengan berbagai kemampuan multi bahasa, CMS juga merupakan suatu alat
komunikasi yang efektif. CMS juga mengurangi biaya pemeliharaan sites
sekaligus memastikan penggunaan dan merk dagang perusahaan.
Jika anda ingin membuka sebuah toko online, mungkin anda bisa
memanfaatkan berbagai softaware e-commerce open-source yang populer
berikut ini. Dari berbagai pilihan, anda bisa coba dan manfaatkan yang
paling sesuai dengan kebutuhan anda.
Berikut daftarnya :
1) Magento
Dengan lebih dari 30.000 toko yang telah menggunakan Magento dan
telah melakukan transaksi hingga 25 juta dollar, ini merupakan platform
e-commerce yang paling cepat perkembangannya. Dibangun dengan konsep
open source, Para pengguna terkemuka Magento diataranya Samsung,
Nespresso dan The North Face
.
Magento hadir dengan 2 pilihan : Enterprise Edition dan Community
Edition. Enterprise Edition memiliki paket yang sangat lengkap dan
canggih dalam meningkatkan penjualan, termasuk didalamnya store credit,
gift cards (virtual dan fisik), member only sales, clubs, multi-store
(retail & wholesale) dan dukungan penuh waktu. Community Edition,
gratis didownload, umumnya dimanfaatkan oleh para web developer yang
sudah ahli dan paket ini tidak didukung support, garansi dan kompensasi
2) osCommerce
Dengan toko online siap pakai ini, sudah cukup untuk memulai usaha
online anda, anda dapat mengatur dan menjalankan toko online dengan
cepat dan mudah serta hemat biaya. Apabila anda ingin tampil beda
diantara 228.700 toko serupa lainnya, anda perlu memilih diatara 5.800
add-on yang tersedia, beberapa diantaranya harus bayar.
osCommerce merupakan software yang sangat bagus jika dilihat dari
platformnya yang gratis dan open-source. Tetapi untuk memodifikasi toko
anda cukup rumit dan perlu keahlian di bidang web.
3) Zen Cart
Gratis dan mudah, Zen Cart sudah memiliki kapabilitas sangat lengkap.
Selain fitur standar yang anda butuhkan. Zen Cart menawarkan Newsletter
Manager, kupon diskon, kuantiti diskon, gift certificate dan kemampuan
untuk memilik card mana yang anda terima. Terdapat sangat banyak
kontibutor pada software ini dengan rata-rata berasal dari osCommerce.
Namun untuk tampilan admin kurang tertata rapi.
4) X-cart($115)
X-cart adalah shopping cart komersial dengan kode open-source,
umumnya para penggunanya adalah perusahaan yang telah cukup stabil.
Pengguna X-Cart mendapatkan support profesional sesuai dengan budget
yang mereka keluarkan untuk membeli software ini.
X-Cart cepat, lulus W3C dan search engine friendly. Menggunakan tipe
Smarty template system, sehingga programmer dengan mudah memodifikasi
tampilannya. Di sisi lain, meskipun murah, anda mungkin tetap perlu
menambahkan add-on yang bervariasi harganya mulai dari $35 hingga $109.
Technical Support juga tidak gratis.
5) CubeCart
CubeCart 3, standard edition dapat digunakan secara gratis. Berisi
lengkap dengan 3 template, customer order history, unlimited products,
categories dan images, multi-currency, dan pencarian produk. CuberCart
4, seharga lebih dari $100, memiliki keunggulan dengan adanya SEO, skin
selector untuk pengunjung, courier tracking URL, superior product search
dan kemampuan untuk menambah dan meng-edit order form dari
administrator.
Kedua versi ini dapat diintegrasikan dengan web apa saja, dan cocok
untuk yang sudah memiliki produk online atau mempersiapkan membuka
sebuah toko. Apabila anda tidak memiliki pengetahuan tentang PHP dan
MySQL, mungkin akan jadi tantangan tersendiri dalam men-setup CubeCart.
6) VirtueMart (gratis)
VirtueMart tidak dapat berdiri sendiri, ini adalah ecommerce didesain
untuk berjalan di Joomla! CMS (content management system). Untuk sebuah
shopping cart, VirtueMart memiliki pakte yang komplit dan memiliki
tampilan desain yang bagus. Untuk para pembelanja dapat register menjadi
member, mengisi alamat dan melihat order history dengan mudah.
VirtueMart mendukung multi bahasa dan kurs serta anda dapat
menambahkan produk dan produk kategori tanpa batas. Produk anda dapat
dicari, di-rate oleh user. Selain kebaikan tadi, terdapat juga beberapa
kelemahan diantaranya forum yang kurang terstruktur dan beberapa kode
yang tampaknya tidak rapi.
7) Ubercart
Sama seperti VirtueMart, Ubercart juga harus terintegrasi dengan
sebuah CMS, dalam hal ini adalah Drupal. Selain kegunaan menjual produk
barang, Ubercart memiliki spesialisasi menjual produk bentuk
file/digital product, event registration, website dengan hak akses
member tertentu dan event ticket.
Terdapat banyak module dan themes yang tersedia bagi anda untuk
dikustomisasi. Selain itu juga terdapat berbagai macam jenis pembayaran.
Apabila anda merupakan pecinta Drupal, maka Ubercart adalah pilihan
terbaik bagi anda, tetapi apabila anda tidak mengerti tentang Drupal,
penggunaan software ini akan cukup membingungkan di awal.
Selain CMS open source yang mengkhususkan dirinya sebagai ecommerce,
CMS lain berbentuk Portal yang populer seperti WordPress, Drupal, maupun
Joomla pun memiliki komponen yang bisa ditambahkan sebagai ecommerce.
Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi saat ini telah
dimanfaatkan untuk kepentingan di segala sektor, tak terkecuali di
sektor perdagangan. Salah satu sektor tersebut adalah Usaha Kecil dan
Menengah (UKM). Pemanfaatan teknologi tersebut, dimaksudkan untuk
mengatasi permasalahan yang ada. Teknologi yang bisa dipakai adalah
aplikasi e-commerce (electronic commerce) yang telah berkembang sejak
diawali dengan EDI (Electronic Data Interchange). Dalam Artikel ini
diuraikan mengenai sektor Usaha Kecil dan Menengah, korelasi penggunaan
teknologi e-commerce dengan masalah UKM, proses penerapan e-commerce
dalam UKM, keamanan dalam penggunaan teknologi, tujuan akhir penggunaan
teknologi e-commerce. Teknologi e-commerce digunakan karena pembangunan
sebuah aplikasi ini relative tidak sulit karena disediakan juga CMS
(content management system) atau membangun sendiri aplikasi sesuai
dengan keinginan dan tetap menerapkan standard konsep sebuah e-commerce
serta sebagai gambaran kecil penerapan sebuah teknologi informasi.
Demikianlah artikel singkat tentang E-commerce
Sumber :
( waktu pencarian hari : kamis , tanggal :21 - 06 - 2012 , jam : 23:55-00:00 )
( waktu pencarian hari : kamis , tanggal :21 - 06 - 2012 , jam : 23:58-00:04 )
http://candranopitasari.blogspot.com/2012/06/artikel-e-commerce.html